Ada kabar heboh dari dunia pangan nih! Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman baru aja buka-bukaan soal 29 ribu ton beras Bulog yang rusak. Tapi uniknya, penyebabnya bukan karena kekurangan, justru karena kebanyakan stok!
“Rusak beras 29.000 ton, tambah aja 1.000 biar genap 30.000. Dulu nggak rusak karena berasnya nggak ada, sekarang rusak karena melimpah,” kata Amran santai saat acara Refleksi Satu Tahun Kemenko Pangan di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
FYI, stok beras di gudang Bulog sekarang lagi super penuh — sampai 4 juta ton, tertinggi dalam sejarah sejak Indonesia merdeka! Karena saking banyaknya, Bulog bahkan harus nyewa gudang tambahan buat simpan 1,2 juta ton beras.
Amran bilang, beras rusak itu nggak bakal langsung dibuang. Pemerintah masih bisa manfaatin sebagian buat pakan ternak, jadi tetap ada nilai ekonominya. “Kalau nggak layak konsumsi, bisa jadi pakan. Tetap ada harganya,” ujarnya.
Soal dampaknya ke ketersediaan beras nasional, Amran yakin situasi masih aman. Dari total 4 juta ton cadangan, sekitar 3 juta ton sudah terserap untuk kebutuhan dalam negeri. Jadi beras rusak sekitar 29 ribu ton itu dianggap nggak terlalu ngaruh.
Intinya, sekarang Indonesia lagi punya stok beras berlimpah—sampai-sampai sebagian keburu rusak. Ironis tapi juga jadi bukti kalau produksi lagi on fire.


