Batam – Situasi miris kembali terjadi. Sebanyak 302 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah dipulangkan dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (13/11/2025). Banyak dari mereka datang dalam kondisi sakit, kelelahan, bahkan trauma berat.
Begitu turun dari kapal, para PMI langsung dapat pemeriksaan kesehatan dari tim Biddokkes Polda Kepri. Hasil awalnya bikin ngelus dada: ada yang mengalami infeksi kulit, luka bekas kekerasan, kelelahan parah, hingga kondisi mental yang labil karena tekanan selama di Malaysia. Mereka juga langsung mendapat pendampingan psikolog dari Polda Kepri.
Brigjen Pol Anom Wibowo, Ketua Satgas Pencegahan & Penanganan TPPO Kepri, bilang mayoritas dari mereka ternyata korban penyaluran ilegal, nggak punya izin kerja resmi, atau jadi korban eksploitasi majikan maupun agen tenaga kerja.
“Total 302 PMI kita terima dan semuanya dibawa ke Shelter BP2MI untuk pendampingan lanjutan,” kata Anom.
Pendampingan psikologis pun digencarkan. Psikolog HIMPSI Kepri dan Bagian Psikologi Polda Kepri langsung gerak cepat ngasih sesi konseling dan trauma healing buat bantu para PMI stabil lagi.
“Banyak yang datang dengan mental drop. Kita bantu lewat konseling dan pendampingan awal,” lanjutnya.
Anom juga menegaskan, pemulangan ini bukti keseriusan Polda Kepri menangani kasus-kasus PMI bermasalah dan perdagangan orang.
“Tugas kita bukan cuma memulangkan, tapi memastikan kondisi mereka pulih. Perdagangan orang harus kita lawan bareng-bareng,” tegasnya.
Beberapa PMI yang dipulangkan mengaku berangkat lewat jalur ilegal, dijanjikan kerja enak, tapi malah ditahan, digaji tidak sesuai, bahkan dipaksa kerja tanpa kontrak. Alhasil, mereka jadi pihak paling rentan ditangkap otoritas Malaysia dan akhirnya dideportasi.
Satgas juga menekankan perlunya tindakan keras terhadap calo dan agen ilegal yang masih berkeliaran nyari korban—yang selama ini jadi sumber masalah utama.


