Belitung Timur – Sebanyak 80 guru sekolah dasar di Kabupaten Belitung Timur akan mengikuti Pelatihan Gernas Tastaka Fase 2 mulai Selasa pekan depan. Sosialisasi persiapan pelatihan dilakukan secara daring pada Kamis siang (15/1).
Hampir seluruh peserta merupakan guru yang telah mengikuti Fase 1 pada akhir 2024. Pelatihan Fase 2 akan berlangsung selama tiga hari dengan materi Pengukuran, Statistika dan Probabilitas, serta Asesmen dalam Pembelajaran Matematika.
Direktur Guru GTK Kemendikdasmen, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, MA, menyatakan Pelatihan Gernas Tastaka di Belitung Timur merupakan inisiatif luar biasa dalam mendukung suksesnya Gerakan Numerasi Nasional (GNN). Ia menyebutkan Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam menyiapkan generasi penerus, mengacu pada hasil asesmen internasional PISA yang masih di bawah rata-rata negara OECD.
“Numerasi tidak sekadar keterampilan berhitung, tapi juga kemampuan berpikir logis analitis,” ujar Rachmadi.
Kepala Divisi Belitung Timur PT Timah Tbk, Feriandi Giyono, menyatakan siap mendukung pelatihan ini. Menurutnya, Pelatihan Gernas Tastaka merupakan inisiatif besar dalam membangun SDM unggul melalui peningkatan kompetensi guru.
Ketua Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer), Ahmad Sururi Aziz, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan PT Timah Tbk. Ia menjelaskan Gernas Tastaka merupakan salah satu mitra pemerintah yang turut membantu penyusunan program GNN.
Kabid Pembinaan Pendidikan Disdik Belitung Timur, Renni Lestari, S.Pd., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan, mengatakan Pelatihan Fase 1 tahun 2024 sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru.
Sekretaris Yayasan Pengincer, Muhammad Fathii, menjelaskan setelah Fase 2, peserta akan mendapat pendampingan dari trainer Gernas Tastaka hingga Juni 2026, termasuk pengadaan kelas percontohan. Para peserta juga diharapkan melakukan pengimbasan ke guru lain dengan dukungan materi dan alat peraga dari Gernas Tastaka.


