Batam — Proyek pembangunan Terminal II Bandara Hang Nadim (alias Bandara Internasional Batam/BIB) makin bikin warga geleng-geleng. Sudah groundbreaking sejak 30 Mei 2024, tapi sampai November 2025… yang muncul cuma satu biji paku bumi. Literally cuma itu.
Padahal waktu groundbreaking, acaranya heboh banget. Semua pejabat top Batam hadir, termasuk Kepala BP Batam saat itu, Muhammad Rudi. Direktur PT BIB saat itu, Pikri Ilham Kurniansyah, juga sampai minta maaf karena pembangunan molor gara-gara desain yang dirombak total.
Desainnya sih keren — futuristik, modern, luxury, tapi tetap bawa vibes lokal. Katanya terinspirasi dari kepakan elang, batik, ikan marlin, sampai gonggong. Plus, lahan 50 ribu meter persegi dan nilai investasi bukan kaleng-kaleng: Rp 2,4 triliun. Target rampungnya? 2026.
Kalau jadi, Terminal II ini bakal menampung 9,6 juta penumpang per tahun, punya apron baru, parkiran baru, dan rute internasional tambahan. Kedengarannya megah banget kan?
Tapi realitanya… nihil progress. Bahkan kabar terbaru, kontraktor pemenang tender — PT Wijaya Karya (Wika) — dikabarkan sudah cabut dan memutus kontrak sama PT BIB.
Menanggapi drama ini, Kepala BP Batam Amsakar Achmad bilang pihaknya bakal nge-review kerja sama pengelolaan bandara antara BIB dan BP Batam. Katanya, sejauh ini BP Batam juga nggak nerima keluhan apa pun dari PT BIB soal proyek tersebut.
“Untuk sekarang, kami mohon maaf belum bisa evaluasi penuh ke BIB. Fokus kami lagi di pembenahan pelabuhan dulu,” ujar Amsakar.
Kalau urusan pelabuhan sudah beres, barulah bandara masuk antrean buat dibenahi. Terkait isu hengkangnya Wika, Amsakar bilang sedang ditelusuri lebih lanjut.
Warga cuma bisa berharap proyek ini akhirnya beneran jalan, bukan cuma jadi bahan meme dan cerita paku bumi semata.


