Tel Aviv – Militer Israel (IDF) menyatakan akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran setidaknya hingga April 2026 dengan ribuan target yang telah disiapkan. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara IDF, Brigjen Effie Defrin, kepada CNN, Sabtu, 14 Maret 2026.
“Kami punya ribuan target di depan. Kami siap dengan rencana setidaknya hingga hari raya Paskah Yahudi, sekitar tiga minggu dari sekarang, dengan berkoordinasi dengan AS,” ujar Defrin.
Defrin menyebut tujuan utama operasi ini adalah melemahkan kemampuan Iran memproduksi dan meluncurkan rudal. Dibanding konflik Juni 2025 yang difokuskan pada fasilitas nuklir, operasi kali ini mencakup target yang lebih luas, meliputi fasilitas rudal balistik, sistem pertahanan udara, persenjataan angkatan laut, serta infrastruktur siber dan satelit.
IDF mengklaim lebih dari 1.700 aset industri militer Iran telah hancur. Korban jiwa di pihak militer Iran diperkirakan mencapai 4.000 hingga 5.000 personel.
Israel juga menyatakan telah menyiapkan langkah lanjutan untuk tiga pekan setelah penghentian serangan, dengan fokus menghilangkan apa yang disebut sebagai “ancaman strategis” terhadap Israel.


