Jakarta – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai isu pemakzulan terhadap Presiden Prabowo Subianto belum sepenuhnya padam dan berpotensi muncul kembali jika bertemu dengan momentum yang tepat.
“Mereka yang terganggu secara ekonomi mulai mencari kanal politik. Ini berbahaya jika bertemu dengan kelompok yang memang punya agenda pemakzulan,” kata Amir, Senin (6/4/2026).
Amir menyebut kelompok bisnis yang merasa dirugikan oleh kebijakan “bersih-bersih” pemerintahan Prabowo berpeluang ikut mendorong upaya penjatuhan kekuasaan. Ia juga mengungkapkan adanya kelompok yang bergerak secara diam-diam, termasuk pihak-pihak yang secara formal berada dalam lingkar kekuasaan.
“Secara kasat mata mungkin tidak terlihat, tapi ada kelompok yang menunggu momentum. Mereka tidak bergerak terbuka,” ujarnya.
Amir turut menyinggung potensi skenario suksesi kekuasaan, di mana sebagian pihak disebut berharap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat naik menggantikan jika terjadi krisis politik.
Dalam analisisnya, Amir juga menyebut kemungkinan adanya dukungan jaringan internasional dalam dinamika politik ini.
“Dalam banyak kasus global, instabilitas politik seringkali tidak berdiri sendiri. Ada jaringan, ada kepentingan, dan ada desain yang lebih besar,” pungkas Amir.

