Geelong – Kebakaran melanda kilang minyak milik perusahaan energi Viva di Geelong, Australia, setelah serangkaian ledakan pada Rabu malam (15/4/2026) waktu setempat. Api yang dipicu kebocoran gas mudah terbakar menjulang hingga sekitar 60 meter dan masih menyala hingga keesokan harinya.
Kilang tersebut merupakan salah satu dari dua kilang minyak yang masih beroperasi di Australia, dengan kapasitas produksi 120.000 barel per hari atau sekitar 10 persen produksi bahan bakar nasional. Bagian yang paling terdampak adalah unit produksi bensin beroktan tinggi, sementara unit produksi bahan bakar jet dan diesel berhasil diisolasi.
Menteri Energi Australia Chris Bowen menyatakan dampak utama insiden ini akan dirasakan pada pasokan bensin. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan.
“Ini tidak bagus. Waktunya tidak tepat, bukan?” ujar Bowen kepada media nasional.
Cadangan bensin Australia saat ini diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 38 hari, jauh di bawah standar minimum 90 hari. Kondisi ini diperparah oleh gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah.
Pemerintah Australia mendorong masyarakat untuk menghemat penggunaan bahan bakar dan memanfaatkan transportasi umum. Hingga saat ini belum ada kebijakan pembatasan distribusi bahan bakar.


