Batam – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) menjadi daerah pertama yang akan menerima penyaluran donasi bantuan bencana yang dihimpun oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Penyerahan bantuan ini akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan Sumatra Utara menjadi tujuan pertama sebelum rombongan melanjutkan penyaluran bantuan ke Provinsi Aceh dan Sumatra Barat.
“Sesudah penyerahan donasi di Sumatra Utara, rombongan akan melanjutkan ke Aceh, lalu ke Sumatra Barat. Hingga saat ini, sesuai hasil rapat, belum ada perubahan rencana,” kata Rudy, Minggu (4/1/2026).
Rudy juga menyampaikan total donasi yang terkumpul masih berpeluang bertambah. Saat ini, dana solidaritas yang terhimpun hampir mencapai Rp15 miliar.
“Untuk kepastian jumlah total donasi akan ditutup pada Senin, 5 Januari 2026, bertepatan dengan apel pegawai di Alun-alun Engku Putri, Batam Centre,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Januari 2026.
Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi pemantapan teknis penyaluran bantuan di Kantor Wali Kota Batam.
Rapat tersebut membahas kesiapan teknis, jadwal keberangkatan, serta mekanisme pendistribusian bantuan agar berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Firmansyah menekankan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Batam terhadap warga di sejumlah wilayah Sumatera yang tengah dilanda bencana alam.
“Pemko Batam berkomitmen menyalurkan bantuan ini secara langsung, terkoordinasi, dan diterima oleh pihak berwenang di daerah terdampak agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Firmansyah.
Selain Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, rombongan penyerahan bantuan juga akan didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.
“Semoga seluruh rangkaian penyaluran bantuan berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran, serta dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah setempat,” tambahnya.
Sebelumnya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan Pemko Batam bersama Forkopimda sepakat mengalihkan euforia pergantian tahun menjadi aksi kemanusiaan.
Menurutnya, langkah tersebut dinilai lebih bermakna dibandingkan perayaan yang bersifat seremonial.
“Biasanya setiap pergantian tahun identik dengan musik meriah dan kembang api. Namun kali ini, kami bersepakat menjadikannya momentum membangun solidaritas untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang tertimpa bencana,” ujar Amsakar.
Diketahui, Pemko Batam sebelumnya telah mengalokasikan bantuan awal sebesar Rp7,5 miliar untuk tiga daerah terdampak. Selain itu, partisipasi masyarakat Batam berhasil menghimpun donasi sebesar Rp4.589.074.911, ditambah dukungan dari PLN Batam senilai Rp2,5 miliar. Total dana solidaritas yang terkumpul hampir mencapai Rp15 miliar.


