Kepri – Harga avtur di wilayah Kepulauan Riau naik rata-rata 70 persen sejak 1 April 2026. Maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah itu, termasuk di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, masih menunggu keputusan manajemen pusat terkait penyesuaian tarif.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kepulauan Riau, Bagus Handoko, membenarkan kenaikan tersebut berlaku untuk skema bisnis ke bisnis (B2B). “Memang ada kenaikan harga avtur per 1 April. Rata-rata di angka sekitar 70 persen, itu untuk harga B2B,” ujarnya.
Bagus menyebut kenaikan harga avtur dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia yang berdampak pada biaya produksi dan distribusi bahan bakar.
Area Manager Lion Air Group wilayah Kepulauan Riau, Amar Fernando, mengatakan pihaknya belum dapat mengambil sikap resmi. “Sampai saat ini kami masih menunggu keputusan dari manajemen pusat, jadi belum bisa berkomentar banyak,” katanya.
Amar tidak menampik adanya potensi penyesuaian biaya penerbangan. “Kalau melihat kondisi harga minyak dunia saat ini, kemungkinan akan ada penyesuaian. Tapi bukan harga tiketnya yang naik, melainkan bisa dari fuel surcharge,” jelasnya.
Ia menegaskan, kebijakan tarif penerbangan sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen pusat dan akan disesuaikan dengan kondisi pasar serta regulasi yang berlaku.


