Lingga – Warga Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sejak sebelum hingga setelah Lebaran Idulfitri 2026. Satu-satunya SPBU di wilayah tersebut kerap tutup, memaksa warga membeli BBM eceran dengan harga hingga Rp20.000 per botol.
Warga bernama Febrian menyebut kelangkaan ini terjadi setiap momen Lebaran. Ia juga mempertanyakan kondisi di mana SPBU resmi mengaku kehabisan stok, sementara BBM masih tersedia di tingkat pengecer dengan harga tidak wajar.
“SPBU satu-satunya sering tutup, tapi minyak di pengecer banyak. Ini sangat merugikan kami sebagai masyarakat kecil,” ujar Febrian.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan stok BBM untuk Lingga dalam kondisi aman tanpa pengurangan alokasi. Area Manager Communication, Relations & CSR, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut kekosongan di SPBU disebabkan penyesuaian jadwal pengiriman sebagai bagian dari dinamika operasional distribusi.
Pertamina menyatakan pasokan BBM dalam jumlah besar sedang dalam perjalanan dari Terminal Tanjung Uban menuju Lingga, dijadwalkan tiba Sabtu (4/4/2026), terdiri dari sekitar 200 kiloliter Biosolar dan 120 kiloliter Pertalite. Setelah tiba, pasokan akan langsung didistribusikan ke SPBU setempat.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata.


