Pemerintah punya rencana baru buat manfaatin sisa duit program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum terserap. Daripada nganggur, dana itu bakal dipakai buat peremajaan tanaman perkebunan, terutama kakao dan kelapa.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, bilang kalau aturan soal replanting perkebunan ini lagi disiapin dan sekarang sudah masuk tahap harmonisasi. Nantinya, aturan itu bakal jadi peta jalan nasional buat memperkuat sektor perkebunan.
“Termasuk dana MBG yang tidak terserap, itu akan dipergunakan untuk mendukung peremajaan dari tanaman atau komoditas yang optimal atau premium,” ujar Widiastuti di acara Hari Kakao Indonesia di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Widiastuti belum mau ngomong detail soal apakah dana itu berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang sebelumnya ngembaliin duit ke pemerintah. Tapi ia bilang, isu itu memang lagi dibahas di internal pemerintah.
“Isunya demikian. Tapi kami belum bisa mengetok keputusan karena masih dalam pembahasan,” tambahnya.
Rencana besar ini bakal mulai jalan tahun 2026 lewat program replanting nasional. Pemerintah juga bakal gandeng asosiasi perkebunan biar prosesnya lebih terarah.
“Perencanaannya mulai tahun 2026. Tapi nggak bisa semuanya langsung, jadi akan bertahap dan melibatkan asosiasi tiap komoditas,” jelas Widiastuti.
Buat yang belum tahu, sebelumnya Kepala BGN Dadan Hindayana ngembaliin Rp70 triliun dari anggaran MBG ke pemerintah pusat. Padahal total dana tambahan yang disiapin buat program ini sampai Rp100 triliun. Presiden Prabowo Subianto bahkan sampai kaget karena langkah itu jarang banget terjadi di birokrasi.
“Beliau kembalikan Rp70 triliun ke pemerintah. Ini saya kira dalam sejarah Republik Indonesia belum pernah ada,” kata Prabowo dalam pidatonya di Universitas Kebangsaan RI, Sabtu lalu.
Kalau bener dijalanin, langkah ini bisa jadi angin segar buat para petani yang udah lama ngeluh soal pohon tua dan produktivitas yang turun. Artinya, bukan cuma anak sekolah yang dapet manfaat dari program bergizi, tapi juga petani kakao dan kelapa yang bakal punya harapan baru buat panen lebih baik.


