Dewan Pers lagi-lagi bikin gebrakan! Kali ini mereka resmi ngedrop usulan dan pendapat ke DPR RI soal revisi UU Hak Cipta biar karya jurnalistik makin aman dari pembajakan. Yes, ini semua demi perkuat benteng hukum buat jurnalis dan media dari eksploitasi tanpa izin.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, bilang kalau karya jurnalistik itu nggak cuma sekadar nulis berita, tapi sudah jadi bagian dari kekayaan intelektual bangsa. Jadi, harus banget dilindungi secara hukum biar nggak gampang dicomot sembarangan.
“Karya jurnalistik tuh sekarang udah jadi aset penting, bukan cuma buat media, tapi juga buat negara. Harus ada payung hukum yang jelas dan kuat,” kata Komaruddin, serius tapi santai.
Kenapa Harus Dilindungi?
Dewan Pers membahas beberapa alasan kenapa perlindungan ini urgent banget:
- Biar jurnalis dan media dapat hak ekonomi dan moral yang layak.
- Stop pembajakan yang nyakitin industri pers.
- Bikin dunia media makin sehat, profesional, dan berkelanjutan.
- Jagain hak publik buat dapetin info yang kredibel.
Komaruddin juga mengingatkan bahwa perlindungan ini bukan cuma buat media doang lho, tapi juga buat masyarakat biar tetap bisa nikmatin berita yang valid dan nggak asal-asalan.
“Ini bukan cuma urusan pers, tapi juga hak publik buat dapet info yang bener,” tambahnya.
Dukung Legislasi Pro-Jurnalis
Nggak cuma ngasih usulan, Dewan Pers juga siap banget buat terus nimbrung dan kasih masukan ke DPR selama proses revisi UU Hak Cipta ini berlangsung. Harapannya sih, regulasi baru ini bisa nge-boost posisi jurnalis, sekaligus ngamanin kebebasan pers dan industri media di Tanah Air.
Mereka juga ngotot biar karya jurnalistik disebut eksplisit sebagai bagian yang dilindungi dalam revisi UU tersebut. Plus, harus ada mekanisme yang adil buat semua pihak—dari wartawan, redaksi, sampai perusahaan media.
Bottom Line-nya?
Langkah ini diharapin bisa jadi titik balik buat ngebangun ekosistem media yang sehat, mandiri, dan pastinya terlindungi secara hukum. Gak ada lagi tuh yang asal comot berita tanpa izin.


