Batam – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam akan memperkuat program pelatihan dan bimbingan teknis kompetensi tenaga kerja pada 2026.
Kepala Disnaker Batam Yudi Suprapto menyatakan penyusunan program pelatihan akan melibatkan serikat pekerja, HRD perusahaan, balai latihan kerja, dan stakeholder industri di Batam. “Tujuannya agar pelatihan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan sektor industri,” ujarnya di Batam, Senin (8/12/2025).
Yudi mengatakan jumlah pelatihan dan bimbingan teknis akan ditingkatkan sesuai arahan Wali Kota Batam. “Insyaallah tahun depan akan lebih banyak lagi. Harapannya, tenaga kerja lokal siap bersaing dan menduduki posisi produktif di dunia kerja,” katanya.
Sepanjang 2025, Disnaker Batam telah melaksanakan program sejak Februari hingga Desember. Tercatat 83 program pelatihan bagi calon pekerja diikuti 3.449 peserta, sedangkan 53 bimbingan teknis sertifikasi untuk pekerja aktif diikuti 1.396 peserta.
Program ini bekerja sama dengan 26 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dari total 118 LPK swasta berizin di Batam. Instruktur berasal dari LPK, sedangkan asesmen dilakukan lembaga sertifikasi profesi. Sertifikat kompetensi diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) atau kementerian terkait sesuai bidang pelatihan.
Pelatihan mencakup sektor industri dan jasa, antara lain migas, pengelasan, forklift dan heavy equipment, rider/logistik, bahasa asing, pariwisata dan hospitality, UMKM dan ekonomi kreatif, digital dan teknologi, serta sektor lainnya.
Yudi menyatakan kegiatan ini menjadi upaya Pemerintah Kota Batam dalam meningkatkan kualitas SDM lokal sekaligus menekan angka pengangguran. “Sertifikasi kompetensi merupakan modal strategis untuk bersaing di dunia industri modern,” katanya.


