Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mendorong dilakukannya investigasi mendalam terkait serangan artileri yang menewaskan prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan.
“Ya tentunya harus ada investigasi mendalam karena ini berkaitan dengan keadilan kepada keluarga prajurit. Ini serangannya itu dari mana, siapa yang menyerang, titiknya itu mau menyerang ke mana hingga akhirnya ada korban kita,” ujar Dave di Senayan, Senin (30/3/2026).
Dave menyebut investigasi harus mengungkap kemungkinan kesalahan sasaran atau informasi yang keliru dari pihak penyerang, agar insiden serupa tidak terulang dalam penugasan berikutnya.
“Apakah dia berada di tempat yang salah atau karena info yang salah dari pihak penyerang. Hal inilah yang harus didalami karena ini juga menjadi pelajaran untuk memperbaiki SOP-SOP berikutnya ke depan,” tambahnya.
DPR juga menyatakan menunggu penjelasan resmi dari Mabes TNI terkait detail insiden tersebut.
Prajurit TNI dari Yonif 113/Jaya Sakti, Farizal Rhomadhon, gugur akibat serangan artileri Israel saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Farizal tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Ia meninggal pada Minggu (29/3/2026) pukul 20.44 waktu Lebanon atau 01.40 WIB, di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan.


