Batam lagi gerak cepat nih! Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam baru aja ngetok palu buat masukin 8 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ke Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2026. Keputusan ini diumumin lewat rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin.
Menurut anggota Bapemperda, M. Putra Pratama Jaya, dari total 8 Ranperda ini, 6 di antaranya lanjutan dari tahun 2025, sedangkan 2 lainnya beneran fresh proposal hasil aspirasi anggota dewan.
“Kita udah koordinasi dan matengin semua usulan Ranperda ini. Dua usulan baru, enam sisanya kelanjutan dari tahun lalu,” kata Putra.
Dua Ranperda Baru yang Lagi Jadi Sorotan:
- Ranperda Lembaga Adat Melayu (LAM)
Tujuannya buat menguatkan peran lembaga adat dalam menjaga dan ngembangin budaya lokal Batam. - Ranperda Kampung Tua
Fokusnya pada pelestarian dan penataan kawasan bersejarah biar tetap estetik tapi tetap sejalan sama pembangunan modern.
Usulan ini datang dari sejumlah anggota DPRD seperti Siti Nurlailah, Tumbur Hutasoit, Kamaruddin, Dandis Rajagukguk, M. Mustofa, Muhammad Yunus, dan Asnawati Atiq.
Enam Ranperda Lanjutan yang Gak Kalah Penting:
- CSR Update
Revisi Perda No. 2 Tahun 2012 soal tanggung jawab sosial perusahaan. Tujuannya biar program CSR makin nyambung sama kondisi zaman sekarang. - Penataan Perkampungan Tua
Fokus ke peningkatan kualitas permukiman lama supaya lebih tertata dan nyaman ditinggali. - Rencana Induk Kepariwisataan Daerah
Buat ngarahin pengembangan pariwisata Batam secara strategis & berkelanjutan. - Bantuan Hukum untuk Masyarakat
Supaya masyarakat bisa dapet akses hukum yang murah & berkualitas. No one left behind! - Sistem Drainase Perkotaan Terintegrasi
Solusi buat masalah banjir dan pengairan dengan sistem yang lebih rapih dan menyatu. Bye-bye genangan! - Penanggulangan HIV/AIDS
Fokus ke penguatan strategi pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di level lokal.
Putra juga sempet bilang, semua Ranperda ini jadi bukti kalau DPRD Batam serius mendengarkan masyarakat dan bikin regulasi yang relevan
“Kita komit hadirkan regulasi yang bener-bener ngejawab kebutuhan masyarakat Batam,” tegasnya.
Bottom Line:
Tahun 2026 bakal jadi tahun sibuk buat DPRD Batam. Delapan Ranperda ini siap dibahas lebih dalam biar hasilnya bukan cuma aturan di atas kertas, tapi juga benar-benar berdampak ke masyarakat.


