Dua mahasiswi harus dilarikan ke rumah sakit setelah motor yang mereka kendarai nyemplung ke lubang proyek pelebaran Jalan Raja Isa, Batam Kota, Minggu (9/11/2024). Lubang itu ternyata nggak dikasih rambu pembatas sama sekali, padahal posisinya pas banget di depan Mapolsek Batam Kota. 😬
Akibat insiden itu, kedua korban luka parah di bagian kepala, lutut, dan tangan. Polisi yang lagi patroli langsung gerak cepat bantu evakuasi dan bawa keduanya ke RS Hj. Bunda Halimah buat dapet perawatan medis.
“Ada dua korban yang langsung kami evakuasi ke rumah sakit,” kata salah satu personel Polsek Batam Kota.
Polisi juga ngimbau pengendara biar ekstra hati-hati kalau lewat situ, soalnya lokasi proyek itu udah sering banget makan korban. Bahkan pihak Polsek sampai inisiatif pasang cone pembatas biar nggak ada korban lagi.
“Kami pasang cone pembatas dari Polsek dulu aja, biar aman sementara,” lanjutnya.
Warga sekitar pun udah lama geram. Banyak yang ngeluh proyek pelebaran jalan ini minim banget rambu keselamatan. Sampai muncul sindiran, “Jalan baru, masalah baru.”
Pantauan di lokasi, ada galian sepanjang kira-kira 100 meter — mulai depan Mapolsek Batam Kota sampai simpang lampu merah. Lubangnya cukup dalam dan bikin motor gampang selip, apalagi pas malam hari. Dalam dua hari aja, udah lebih dari lima pengendara yang jatuh di titik itu.
“Kemarin saya lihat sendiri ada ibu dan anak jatuh. Hari ini aja udah empat lebih yang kepleset. Heran, nggak ada rambu sama sekali,” kata Edi, salah satu warga.
Edi berharap pemerintah dan kontraktor nggak cuma kejar target proyek, tapi juga mikirin keselamatan pengguna jalan.
“Keselamatan tuh harus nomor satu, bukan malah disingkirin,” tegasnya.
Sementara itu, penanggung jawab proyek belum bisa dikonfirmasi. Cuma ada beberapa pekerja di lokasi yang bilang mereka sebenarnya udah ngingetin biar rambu dipasang, tapi belum ada tindakan nyata.
Sampai berita ini naik, pihak kontraktor belum buka suara. Warga cuma pengen satu hal: tolong, jangan tunggu ada korban lagi baru gerak.


