Kepulauan Riau (Kepri) punya peluang gede banget buat naik level ekonominya — bukan cuma mengandalkan Batam dan pabrik elektroniknya, tapi lewat sektor perikanan! Hal ini diungkapin Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dalam acara Kepri Economic Forum (KEF) 2025 di Batam, Selasa (4/11/2025).
Menurut Josua, ekonomi Kepri masih terlalu bergantung sama industri manufaktur di Batam. Bayangin aja, 41% ekonomi provinsi ini ditopang manufaktur, sementara daerah lain kayak Lingga atau Anambas masih ketinggalan.
“Kalau Batam goyah, seluruh Kepri bisa ikut goyah,” tegasnya. Karena itu, Kepri butuh “mesin baru” buat dorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tahan banting dan berkelanjutan.
Sektor perikanan jadi kandidat paling kuat. Meski sudah nyumbang 1,78% dari agrikultur Kepri di 2024, tapi perhatian dan investasinya masih kalah jauh dibanding pabrik elektronik yang nguasain 66% industri.
Padahal, Kepri punya laut luas dan posisi strategis di jalur perdagangan internasional. “Ini modal gede buat bikin Kepri jadi pusat pengolahan hasil laut nasional,” kata Josua.
Josua juga ngenalin konsep ekonomi biru (blue economy) — intinya, ngelola sumber daya laut secara bijak dan berkelanjutan. Jadi bukan cuma nangkep ikan, tapi juga olah limbahnya biar bisa jadi bahan baku industri lain.
“Ekonomi biru sudah jadi tren dunia. Kepri bisa banget jadi pionir di Indonesia,” ujarnya.
Berdasarkan data OECD 2016, industri pengolahan ikan bahkan diprediksi jadi sektor dengan pertumbuhan tercepat kedua di dunia setelah energi angin lepas pantai. Jadi, ini bukan cuma soal laut dan ikan, tapi soal masa depan ekonomi global.
Secara nasional, Indonesia tuh produsen udang terbesar ke-4 dan penghasil rumput laut nomor dua di dunia. Total produksi perikanan tangkapnya tembus 6,84 juta ton per tahun!
Dengan data segitu, Kepri jelas punya posisi strategis buat jadi pemain utama di industri olahan laut.
Biar ini nggak cuma wacana, Josua bilang perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri. Infrastruktur laut harus dibangun merata, investasi juga harus nyebar ke daerah pesisir kayak Lingga dan Anambas.
“Investasi jangan cuma ngumpul di Batam. Wilayah lain juga butuh dorongan supaya ekonomi Kepri lebih inklusif,” tutupnya.
So, Generasi Z Kepri — ini momen buat sadar bahwa masa depan ekonomi daerah nggak cuma soal pabrik dan teknologi, tapi juga laut dan inovasi berkelanjutan.
Kamu bisa bantu mulai dari sekarang: dukung produk lokal laut, belajar soal ekonomi biru, dan siap-siap jadi bagian dari gelombang baru ekonomi Kepri!


