Jakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto kerap menangis saat memimpin rapat kabinet ketika melihat kondisi kemiskinan ekstrem di Indonesia.
“Beberapa kali Pak Prabowo memimpin rapat kabinet sambil menangis. Kalau ada gambar orang-orang miskin, orang tua renta masih narik becak, itu dia nangis,” kata Fahri dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Rabu (14/1/2026).
Fahri mencontohkan saat Prabowo melihat foto seorang anak perempuan bernama Naila yang berdiri di depan rumah yang rubuh. Presiden menangis dan berkata, “Kok bisa ya kita tidur sementara ada orang seperti ini?”
Menurut Fahri, Prabowo memiliki dua agenda besar dalam transformasi bangsa, yaitu menghentikan kebocoran dan mengakhiri ketimpangan.
Prabowo meyakini adanya kebocoran besar pada APBN dan sumber daya alam. Keyakinan tersebut diwarisi dari pemikiran ayahnya, Prof. Soemitro Djojohadikusumo.
“Makanya beliau melakukan efisiensi dan mengejar pihak-pihak yang mengambil sumber daya alam kita untuk diselundupkan dan dijual ilegal ke luar negeri,” ujar Fahri.
Fahri menyayangkan upaya pemerintah kerap dianggap biasa oleh sebagian elite dan LSM. Ia menyindir LSM yang menyebut pemerintah tidak komit karena belum ada UU perampasan aset, padahal menurutnya Prabowo sedang melakukan perampasan aset secara nyata.
Agenda kedua adalah menghentikan ketimpangan ekstrem antara kaya dan miskin. Prabowo mendorong program pemberian makanan bergizi, susu bagi anak-anak, serta pendirian sekolah rakyat untuk memutus rantai kemiskinan struktural.
“Konsepsi Pak Prabowo sederhana. Kekayaan alam bocor, ini saya stop. Ada orang miskin sekali, ini saya angkat. Itu saja,” pungkas Fahri.


