Jakarta – Kementerian Koperasi menargetkan 82.707 Koperasi Desa Merah Putih yang telah berbadan hukum memiliki bangunan fisik lengkap dengan gudang dan kendaraan pada Maret 2026. Target ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat peran Kopdes sebagai pembeli hasil produk masyarakat desa.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan percepatan pembangunan dilakukan karena tidak semua desa memiliki aset untuk dijadikan Kopdes Merah Putih.
“Insyaallah tahun depan di bulan Maret atau mungkin April akan selesai bangunan fisik seluruh 80.000 Koperasi Desa Merah Putih dan siap beroperasi. Jadi setiap desa memang Presiden mengharapkan akan ada fasilitas bangunan yang berisi gudang, gerai-gerai, dan juga kelengkapan kendaraan dan alat pengangkutan,” katanya dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (18/11/2025).
Ferry meyakini dengan fasilitas memadai, operasional Kopdes Merah Putih akan lebih maksimal menjadi off taker atau pembeli hasil produk masyarakat desa, baik dari peternakan, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga kuliner.
Percepatan pembangunan gerai hingga gudang Kopdes akan dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Saat ini telah tersedia 30.378 titik tanah yang siap dibangun untuk Kopdes Merah Putih.
“Tercatat per hari ini 30.378 titik tanah yang siap untuk dibangun. Dan nanti setelah titik tanah itu tersaji kepada kami, kami langsung serahkan ke PT Agrinas untuk segera dibangun,” jelasnya.
Sebagai informasi, program pembangunan fasilitas Kopdes Merah Putih pertama kali dijanjikan Presiden Prabowo pada Agustus 2025. Saat itu, presiden menjanjikan setiap Kopdes memiliki gudang atau cold storage hingga dua kendaraan truk untuk menjemput dan mengantar hasil bumi. Fasilitas ditargetkan tersedia paling lambat akhir 2025, namun kemudian direvisi menjadi Maret 2026.
Mantan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yang menjabat hingga Oktober 2025 menjelaskan pemerintah melakukan pendataan kebutuhan setiap Kopdes Merah Putih sebelum pembangunan dimulai.
“Ini sedang kita operasikan, sedang kita data, setelah itu nanti kebutuhan-kebutuhannya baru kita bangun, develop, tapi Pak Presiden sudah sampaikan ada truk,” kata Budi Arie di Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Minggu (17/8/2025).
Anggaran untuk gudang dan pengadaan truk bergantung pada kebutuhan masing-masing Kopdes Merah Putih. Aturan yang ada menetapkan setiap Kopdes Merah Putih dapat mengajukan plafon pinjaman hingga Rp3 miliar ke Himpunan Bank Milik Negara.
“Plafonnya sekitar Rp3 miliar, tapi nanti kebutuhannya tergantung masing-masing Kopdes. Dari bank-bank Himbara dalam bentuk akses, ini kan akses modal ke Kopdes Merah Putih karena inilah bagian penting dari tugas mulia Kopdes Merah Putih,” kata Budi Arie.
Program Kopdes Merah Putih merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan memperkuat rantai distribusi dan nilai tambah produk lokal. Dengan fasilitas memadai, diharapkan Kopdes dapat menyerap hasil produksi petani dan pelaku usaha mikro desa secara lebih efektif.


