Jakarta – Presidium Forum Alumni Kampus Seluruh Indonesia (Aksi) Nurmadi H. Sumarta menyesalkan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang ikut menandatangani Piagam Dewan Perdamaian untuk Gaza (Board of Peace) di acara World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
“Piagam Dewan Perdamaian untuk Gaza ini hanya kamuflase dan membawa agenda yang menyesatkan. Bahkan tidak sesuai dengan mandat Dewan Keamanan PBB,” kata Nurmadi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Nurmadi menilai hal ini tampak dari peran Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai inisiator dan keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tanpa melibatkan Palestina.
“Sedangkan kekuasaan Board of Peace terpusat di ketua yang dijabat Trump tanpa batas waktu,” katanya.
Pemusatan kekuasaan di Board of Peace tertuang dalam Pasal 3.1.(e) piagam yang menyatakan setiap keputusan Dewan Perdamaian memang diambil melalui mekanisme pemungutan suara, tetapi tetap harus mendapatkan persetujuan ketua.
Pasal 4.1.(e) dalam piagam bahkan memberikan hak veto bagi Ketua Board of Peace. Kondisi ini menunjukkan kewenangan pengambilan keputusan Board of Peace sangat terpusat.
“Sehingga Board of Peace berpotensi hanya menjadi instrumen legitimasi bagi agenda dan proyek perdamaian versi Trump di Gaza, bukan sebagai forum kolektif yang setara, demokratis dan berkeadilan,” kata Nurmadi.


