Washington DC — Pemerintah Indonesia memastikan impor gandum asal Amerika Serikat masuk ke Indonesia dengan tarif 0 persen sebagai bagian dari kesepakatan dagang yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington DC, Jumat (20/2/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembebasan tarif gandum akan meringankan beban produksi pangan berbahan baku gandum yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. “Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0 persen produk yang diproduksi menggunakan wheat, seperti noodle, tahu, tempe. Jadi tidak dikenakan beban biaya tambahan bahan baku impor dari AS,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring.
Sebagai imbal balik, Indonesia memperoleh pembebasan tarif untuk 1.819 pos tarif produk ekspor ke pasar AS. Produk yang mendapat fasilitas tersebut mencakup minyak kelapa sawit, kopi, kakao, karet, komponen elektronik, semikonduktor, pesawat terbang, tekstil, dan pakaian jadi.
Airlangga menyebut pembebasan tarif tekstil dan pakaian jadi menggunakan mekanisme tariff rate quota (TRQ) dan diperkirakan memberi manfaat langsung bagi sekitar 4 juta pekerja di sektor tersebut.


