Jakarta – Google memberikan klarifikasi resmi terkait polemik pengadaan Chromebook di Indonesia melalui blog perusahaan, Minggu (12/1/2026). Pernyataan ini muncul di tengah proses hukum yang sedang berjalan terkait dugaan kasus korupsi pengadaan Chromebook yang dikaitkan dengan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim.
Google menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah menjual perangkat Chromebook kepada pemerintah Indonesia. Peran Google terbatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi ChromeOS serta layanan pengelolaan perangkat pendidikan, yaitu Chrome Education Upgrade (CEU).
“Chromebook tidak diproduksi atau dijual langsung oleh perusahaan kepada pengguna akhir. Pengadaan perangkat sepenuhnya dilakukan oleh produsen perangkat asli (OEM) independen dan mitra lokal melalui mekanisme pengadaan pemerintah,” jelas Google.
CEU merupakan sistem pengelolaan dan keamanan perangkat yang memungkinkan sekolah dan kementerian mengatur penggunaan Chromebook secara terpusat, mulai dari penyaringan konten hingga pengamanan perangkat jika hilang.
Google menyebutkan bahwa Chromebook dirancang untuk kebutuhan sekolah, termasuk di wilayah terpencil, dan dapat digunakan secara offline. Di Indonesia, Chromebook telah digunakan oleh jutaan siswa dan pendidik di lebih dari 80.000 sekolah.
Terkait dugaan konflik kepentingan, Google membantah adanya kaitan antara investasi perusahaan terhadap entitas yang berhubungan dengan Gojek dengan kebijakan pengadaan. Investasi tersebut dilakukan pada periode 2017-2021, sebagian besar sebelum Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan.
Google menegaskan tidak pernah menawarkan atau memberikan imbalan kepada pejabat publik terkait penggunaan produk Google. Seluruh proses pengadaan berada di bawah kendali kementerian dan dilakukan secara kompetitif melalui pemasok lokal.
Perusahaan juga menyampaikan komitmen jangka panjangnya terhadap pengembangan pendidikan dan transformasi digital di Indonesia, termasuk program Bangkit yang telah melatih puluhan ribu mahasiswa, serta pelatihan ratusan ribu guru melalui Gemini Academy dan sertifikasi internasional Gemini Certified Educator.
“Komitmen kami terhadap Indonesia telah dimulai jauh sebelum kepemimpinan saat ini maupun keputusan pembelian tertentu,” tulis Google dalam pernyataannya.


