Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad punya visi besar buat masa depan provinsi kepulauan ini — lewat pembangunan Jembatan Batam–Bintan (Babin). Proyek ini disebut bakal jadi game changer buat ekonomi dan konektivitas dua pulau utama di Kepri.
“Jembatan Batam–Bintan adalah impian masa depan kami,” kata Ansar saat menyambut Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dan rombongan di Graha Kepri, Batam Centre, Rabu (29/10/2025). “Proyek ini bakal jadi katalis pertumbuhan ekonomi di dua pulau utama Kepri.”
Dalam pertemuan itu, hadir juga pejabat penting dari Pemprov Kepri, BP Batam, DPRD, dan sejumlah kementerian seperti PUPR, Perhubungan, hingga Basarnas. Semua satu suara: proyek jembatan ini bukan main-main.
Kenapa penting banget?
Kepri itu wilayah kepulauan yang 96% laut. Jadi, akses antar pulau tuh krusial banget buat mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi. Apalagi Kepri ada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, yang dilewati lebih dari 90.000 kapal tiap tahun — bayangin potensinya!
Ansar juga menegaskan, semua tanggung jawab Pemprov dalam proyek strategis ini udah dijalankan. Sekarang tinggal butuh dukungan penuh DPR dan pemerintah pusat biar jembatan bisa segera dibangun.
“Ini bukan cuma proyek fisik, tapi juga gerbang percepatan ekonomi, logistik, dan pariwisata di perbatasan Indonesia–Singapura,” ujarnya.
Dari sisi teknis, BP Batam juga udah siap. Mereka lagi ngebut menyiapkan tapak jembatan, bandara, dan pelabuhan sebagai bagian dari big picture pengembangan wilayah Batam–Bintan.
Kementerian dan lembaga mitra Komisi V pun kompak mendukung. Mereka yakin Jembatan Batam–Bintan bakal jadi ikon baru pembangunan nasional yang berkeadilan, sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai pusat ekonomi maritim strategis Indonesia.
So, kalau proyek ini jalan, jangan heran kalau Batam–Bintan bakal jadi pusat ekonomi dan wisata baru yang bikin Kepri makin berkelas — bukan cuma di Indonesia, tapi juga di level regional!


