Jakarta — Harga minyak dunia turun tajam pada perdagangan Rabu, 9 April 2026, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu dengan Iran.
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent terkoreksi sekitar 13 persen ke level 94,75 dolar AS per barel, sementara minyak mentah WTI jatuh lebih dalam sekitar 16 persen ke 94,41 dolar AS per barel.
Penurunan dipicu ekspektasi pasar bahwa pasokan minyak global akan kembali lancar, khususnya melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Tekanan harga juga diperparah oleh data pemerintah AS yang menunjukkan stok minyak mentah naik lebih tinggi dari perkiraan.
Meski demikian, sejumlah analis menilai gencatan senjata ini rapuh. Situasi di lapangan masih tegang, ditandai dengan serangan militer Israel ke Lebanon dan tudingan Iran atas sejumlah pelanggaran kesepakatan. Selat Hormuz pun belum sepenuhnya dibuka, dengan angkatan laut Iran masih mengancam kapal yang melintas tanpa izin.
Trump sebelumnya memperingatkan keras Iran dan menyebut akan ada dampak besar jika Selat Hormuz tidak dibuka. Namun ia kemudian mengumumkan pendekatan diplomatik, termasuk kemungkinan pembahasan soal tarif dan sanksi menjelang perundingan lanjutan antara AS dan Iran di Pakistan.


