Bank-bank pelat merah alias Himbara lagi moncer banget nih! Setelah dapet suntikan dana segar Rp200 triliun dari pemerintah, performa mereka langsung tancap gas.
Ketua OJK, Mahendra Siregar, bilang kalau solidnya kinerja bank Himbara bukan kebetulan. Ada strategi besar di baliknya, yaitu kebijakan pemerintah yang naro dana ratusan triliun ke bank-bank BUMN itu.
Menurut Mahendra, dana jumbo itu punya dua efek utama: bikin uang di bank tetap lancar (alias likuiditas aman) dan bikin kredit ke masyarakat serta pelaku usaha makin deras.
“Kinerja bank Himbara saat ini dalam kondisi baik banget. Kredit naik, likuiditas juga stabil. Dan itu terbantu banget dari dana yang ditempatkan pemerintah,” kata Mahendra pas rapat KSSK di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Hasilnya? Total kredit yang disalurkan bank Himbara udah tembus Rp3.829 triliun per September 2025. Itu tumbuh 8,62% — lebih tinggi dari rata-rata industri perbankan nasional yang cuma 7,7%.
Nggak cuma itu, dana pihak ketiga (DPK) alias tabungan dan deposito nasabah di Himbara juga naik gila-gilaan: tumbuh 12,89% dibanding tahun lalu. Rasio likuiditas (AL/DPK) juga ikut naik dari 20,7% jadi 21,2%.
Untuk kamu ketahui, kebijakan penempatan dana ini pertama kali digulirkan sama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sejak 12 September 2025. Dana Rp200 triliun itu disebar ke lima bank pelat merah:
- Bank Mandiri: Rp55 triliun
- BRI: Rp55 triliun
- BNI: Rp55 triliun
- BTN: Rp25 triliun
- BSI: Rp10 triliun
Purbaya juga udah kasih kode kalau jumlahnya bisa aja nambah, tergantung kondisi ekonomi ke depan.
Intinya nih, suntikan dana pemerintah ini sukses bikin bank-bank Himbara makin kuat, kredit makin lancar, dan ekonomi makin berdenyut.


