Batam – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Desember 2025 sebesar 3,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,67.
Kepala BPS Kota Batam Eko Aprianto menyatakan inflasi terjadi seiring meningkatnya harga berbagai komoditas sepanjang Desember 2025.
“Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 menunjukkan adanya kenaikan,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Inflasi y-on-y disumbang oleh naiknya sebelas kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 5,17 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 18,03 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,38 persen, serta transportasi 2,07 persen.
Kelompok lainnya yang turut mengalami kenaikan adalah pakaian dan alas kaki 2,43 persen, kesehatan 2 persen, pendidikan 1,32 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,08 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,56 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,29 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen.
Batam juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 1,14 persen, seiring kenaikan IHK dari 110,41 pada November 2025 menjadi 111,67. Sementara inflasi year to date (y-to-d) tercatat sebesar 3,68 persen.
Inflasi y-on-y paling dominan disumbang oleh emas perhiasan, cabai merah, daging ayam ras, angkutan udara, cabai rawit, sewa rumah, sigaret kretek mesin (SKM), biaya akademi/perguruan tinggi, nasi dengan lauk, daging sapi, serta sejumlah komoditas pangan lainnya.
Komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi y-on-y antara lain bawang merah, tomat, bawang putih, angkutan laut, sabun mandi cair, kacang panjang, ayam hidup, ikan kembung, dan sawi hijau.
Untuk inflasi m-to-m, komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga meliputi angkutan udara, cabai rawit, daging ayam ras, emas perhiasan, cabai merah, sayuran hijau, telur ayam ras, dan bensin. Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain angkutan laut, jeruk, ikan laut, kentang, bawang putih, mi instan, susu bubuk balita, popok bayi sekali pakai, dan produk perawatan tubuh.
Eko menambahkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,49 persen terhadap inflasi y-on-y.
“Kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan rokok masih menjadi faktor utama pendorong inflasi di Batam,” katanya.


