Mantan Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara soal kontroversi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang lagi ramai banget disorot karena dianggap bikin beban utang negara makin berat.
Jokowi bilang, proyek ini bukan cuma soal infrastruktur, tapi investasi jangka panjang buat masa depan ekonomi Indonesia. Ia juga beralasan, kemacetan parah di Jakarta dan Bandung bikin kerugian produktivitas jauh lebih besar dibanding biaya proyek Whoosh itu sendiri.
Tapi… pernyataan itu malah diserang balik sama pengamat politik Rocky Gerung. Dalam video di YouTube-nya, Rocky menilai Jokowi sedang “mencari pembenaran” atas proyek yang kini diduga bermasalah dan bahkan mulai dilirik KPK.
“Kalau Jokowi sampai turun tangan ngomong, itu tandanya dia lagi cemas. Karena kasus ini bisa balik nyeret dia sendiri,” kata Rocky.
Rocky juga menilai respons Jokowi terlalu defensif, seolah mau cuci tangan di tengah isu dugaan mark-up dan penyimpangan anggaran di proyek Whoosh. Menurutnya, masalah utamanya bukan di penting-nggaknya transportasi publik, tapi di potensi korupsi yang bikin rakyat harus bayar mahal.
“Bukan soal manfaat sosialnya, tapi soal kerugian akibat salah perencanaan dan dugaan cashback,” tegasnya.
Rocky menutup dengan sindiran tajam: kalau Jokowi mulai merasa terusik, itu tanda isu ini bukan cuma gosip — tapi bisa jadi ancaman serius buat citranya.


