Kejaksaan Agung (Kejagung) lagi nyelidikin investasi raksasa Telkom Indonesia (TLKM) di GOTO (GoTo Gojek Tokopedia Tbk). Yup, investasi yang sudah jalan sejak 2020 itu sekarang jadi sorotan karena diduga ada potensi masalah hukum di dalamnya.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan kabar itu. “Iya, masih tahap penyelidikan,” katanya Selasa (11/11/2025). Tapi Anang belum mau buka banyak info soal siapa aja yang sudah dipanggil atau apa yang lagi dikulik jaksa. “Masih tahap kumpulin keterangan, dan sifatnya tertutup,” lanjutnya.
Buat yang belum tahu, Telkom (lewat Telkomsel) mulai investasi ke Gojek sejak 2020 lewat obligasi konversi tanpa bunga senilai US$150 juta (sekitar Rp2,1 triliun waktu itu). Nah, setelah Gojek dan Tokopedia resmi merger jadi GOTO di 2021, Telkomsel langsung ubah obligasinya jadi saham.
Total, Telkomsel masuk sekitar Rp6,4 triliun buat beli saham GOTO. Tapi setelah GOTO resmi IPO di April 2022, harga sahamnya anjlok ke Rp91 per lembar, bikin Telkomsel catat kerugian belum terealisasi sampai Rp6 triliun.
Belakangan, muncul juga rumor kalau Telkom mau “cabut” dari GOTO lewat merger GOTO–Grab. Tapi pihak GOTO langsung klarifikasi: belum ada keputusan apa pun.
“GOTO bakal kasih info resmi kalau memang ada keputusan material. Sekarang belum ada kesepakatan apa pun,” jelas Direktur & Sekretaris Perusahaan GOTO, RA Koesoemohadiani.
So, buat sekarang kasusnya masih di tahap penyelidikan dan semua pihak diminta nunggu hasil resmi dari Kejagung. Sementara itu, drama GOTO–Telkom kayaknya masih bakal terus jadi sorotan netizen dan dunia bisnis.


