Batam – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam akan memperluas jangkauan pembinaan dengan menyasar generasi muda secara langsung menyusul tingginya angka pernikahan di kota tersebut.
Kepala Kantor Kemenag Kota Batam Budi Dermawan menyebutkan rata-rata setiap tahun terdapat sekitar 26.000 peristiwa nikah di Batam, atau sekitar 2.000-2.100 pernikahan per bulan.
“Kalau di pernikahan itu hampir setiap tahunnya rata-rata 26.000. Kalau sebulan hampir 2.000 lebih, sekitar 2.100-an. Angka pernikahan di Batam memang banyak,” ujar Budi, Jumat (2/1/2026).
Untuk merespons kondisi tersebut, Kemenag Batam menyiapkan program jemput bola dengan turun langsung ke lapangan. Program ini akan menjadi agenda penting dalam rapat kerja Kemenag ke depan.
Berbeda dengan pembinaan yang selama ini dilakukan melalui Majelis Ta’lim atau instansi bagi pasangan yang sudah menikah, program baru ini difokuskan pada upaya pencegahan sejak dini dengan sasaran utama siswa, mahasiswa, dan kalangan remaja.
“Titik sasaran kita adalah siswa, mahasiswa, dan remaja. Kita mempersiapkan mereka. Kalau yang sudah menikah kita beri pembinaan lewat Majelis Ta’lim, sekarang kita coba melakukan langkah pencegahan dengan memberikan pembinaan sebelum mereka melangkah ke jenjang pernikahan,” jelasnya.
Dalam pembinaan tersebut, Kemenag Batam akan menekankan tiga pilar utama ketahanan keluarga, yakni kesehatan, ekonomi, dan agama.
“Kita siapkan informasi tentang ketahanan keluarga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun agama. Tiga unsur ini sangat penting agar pasangan muda nantinya benar-benar siap,” kata Budi.
Melalui langkah ini, Kemenag Batam berharap ketahanan keluarga di Kota Batam semakin kuat dan potensi permasalahan rumah tangga di masa depan dapat diminimalisir.


