Teheran – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan terhadap Iran akan memicu perang regional, Minggu (1/2/2026).
Pernyataan Khamenei disampaikan di hadapan ribuan pendukung yang memperingati kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini ke Iran pada 1979.
“Mereka harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional,” kata Khamenei seperti dilaporkan Al-Jazeera.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di Timur Tengah di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Khamenei menuduh AS ingin menguasai sumber daya minyak dan gas alam Iran. Ia juga menyebut gelombang protes anti-pemerintah baru-baru ini sebagai pemberontakan mirip kudeta, dengan sejumlah kantor pemerintahan, bank, dan masjid diserang.
Menanggapi ancaman tersebut, Trump menyatakan harapannya Iran bersedia mencapai kesepakatan. “Tentu saja dia akan mengatakan itu. Semoga kita bisa mencapai kesepakatan. Jika tidak, maka kita akan tahu apakah dia benar atau tidak,” ujar Trump.
PBB, kelompok HAM internasional, dan oposisi Iran menyebut ribuan orang tewas akibat tindakan aparat keamanan selama protes. Pelapor khusus PBB memperkirakan korban bisa melampaui 20.000 orang, sementara aktivis berbasis AS mengklaim 6.713 korban tewas.
Pemerintah Iran membantah tudingan tersebut. Media pemerintah menyebut jumlah korban tewas 3.117 orang, terdiri dari 2.427 warga sipil dan sisanya anggota pasukan keamanan.


