Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Ujang Bey mengkritik Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution terkait pemangkasan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Sumut, Kamis (11/12/2025).
“Kurang ada political will terhadap pengalokasian anggaran bencana. Artinya, [Gubernur Sumut] kurang aware terhadap potensi ancaman bencana itu sendiri,” kata Ujang kepada wartawan.
Anggaran BTT yang pada masa Penjabat Gubernur Fatoni mencapai Rp843,1 miliar dipotong menjadi Rp98,3 miliar dalam Perubahan APBD 2025. Pemangkasan ini mencapai 88 persen atau setara Rp744,7 miliar.
Dalam APBD 2026, anggaran BTT semakin dikurangi menjadi hanya Rp70 miliar.
Ujang menilai pemangkasan anggaran berdampak pada ketidaksiapan pemerintah daerah menghadapi bencana, termasuk banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumut.
Legislator Fraksi Partai NasDem ini menyatakan dalam setiap pembahasan anggaran dibutuhkan political will dari kepala daerah yang dituangkan dalam kebijakan.
“Apakah kebijakan itu dianggap penting atau tidak, itu terlihat dalam pengalokasian anggarannya,” katanya.
Ujang menambahkan seorang pemimpin harus mampu memetakan potensi bencana di wilayahnya untuk melakukan mitigasi dengan baik.


