Jakarta โ Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia juga meminta Kapolda Metro Jaya turun tangan langsung menangani kasus tersebut.
“Ini kejahatan besar. Kita minta segera diusut tuntas, pelakunya ditangkap, dan motif di balik kejadian ini diungkap,” tegas Hinca, Sabtu (14/3/2026).
Hinca secara khusus menyebut nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri agar bergerak cepat. “Kapolda Metro Jaya harus segera turun dan bergerak cepat. Kita tunggu hasilnya,” ujar legislator dari Partai Demokrat itu.
Kronologi Serangan
Andrie Yunus diserang oleh orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Serangan terjadi sesaat setelah Andrie mengisi siaran podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyatakan korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh akibat serangan tersebut.
“Korban mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata,” kata Dimas dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
KontraS dan Rekam Jejak Advokasi
KontraS merupakan lembaga nirlaba yang didirikan pada 1998 dan selama ini dikenal aktif mendokumentasikan kasus pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penghilangan paksa, penyiksaan, dan kekerasan yang melibatkan aparat negara. Andrie Yunus sebagai Wakil Koordinator KontraS kerap terlibat dalam advokasi isu-isu sensitif, termasuk yang berkaitan dengan militerisasi dan reformasi sektor keamanan โ tema yang juga ia bahas dalam podcast malam sebelum serangan terjadi.


