Jakarta — Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meminta cadangan pangan di wilayah dataran tinggi Sumatera disiapkan untuk kebutuhan minimal tiga bulan, sebagai antisipasi terputusnya akses akibat longsor.
“Kami sudah koordinasi dengan Mentan, Kepala Badan Pangan Nasional, dan Bulog agar stok pangan logistik belajar dari kasus ini agar distok selama tiga bulan,” ujar Tito dalam rapat bersama pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Tito menjelaskan pola bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hampir serupa, yaitu longsor akibat hujan lebat yang memutus akses jalan dan merusak jembatan di wilayah dataran tinggi. Sejumlah kota seperti Takengon, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan tidak terdampak langsung, namun sempat terisolir karena akses jalan tertutup longsor.
Kondisi itu menyebabkan krisis logistik di awal bencana. Tito menyebut sistem logistik di kawasan pegunungan hanya mampu bertahan sekitar tiga hari karena wilayah tersebut hampir tidak pernah mengalami bencana serupa dalam beberapa puluh tahun terakhir.
“Di Takengon saat itu sempat akan terjadi demo karena kekurangan logistik,” katanya.
Tito menyatakan Perum Bulog telah mulai mengirimkan beras dan minyak goreng secara bertahap ke wilayah pegunungan terdampak untuk memenuhi cadangan tiga bulan.
Sebagai informasi, bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak akhir 2025, berdampak pada 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa. Total korban meninggal mencapai 1.205 orang dengan 139 orang masih dinyatakan hilang.
Pemerintah membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang diketuai Mendagri Tito Karnavian. Hingga Rabu, 18 Februari 2026, masih terdapat 12.944 pengungsi yang tinggal di tenda, mayoritas berada di Aceh dengan 12.144 orang, sementara di Sumatera Utara tersisa 850 orang dan Sumatera Barat telah mencapai nol pengungsi.


