Tanjungpinang — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan ketersediaan kebutuhan pokok nasional dalam kondisi aman menjelang Idul Fitri 1447 H, termasuk stok beras yang mencapai empat juta ton dan pasokan BBM yang memadai dengan harga relatif stabil.
Tito mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena justru dapat mengganggu rantai pasok pangan.
“Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan. Pemerintah telah memiliki skema untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan kebutuhan pokok,” ujar Tito usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia di Aula Wan Seri Beni, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (9/3/2026).
Terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 yang tercatat 4,7 persen, Tito meminta masyarakat tidak khawatir. Ia menjelaskan angka tersebut dipengaruhi penyesuaian metodologi perhitungan harga listrik yang sebelumnya menggunakan basis tarif bersubsidi.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Tito menugaskan seluruh bupati, wali kota, dan Gubernur Kepri segera menggelar rapat internal untuk memastikan kesiapan pasokan pangan dan energi di wilayah masing-masing. Kepala daerah juga diminta berkoordinasi langsung dengan distributor dan pengusaha terkait.
Selain pasokan pangan, Tito menekankan pentingnya pengamanan lokasi wisata dan pengaturan arus mudik. Ia mewajibkan seluruh kepala daerah berada di wilayah tugasnya mulai 14 hingga 28 Maret 2026 untuk memimpin langsung pengendalian situasi di lapangan.
“Rasa aman dan nyaman harus dihadirkan untuk masyarakat pada saat arus mudik maupun di lokasi-lokasi wisata,” katanya.


