Jakarta — Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia telah melakukan komunikasi langsung dengan Amerika Serikat dan Iran di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal itu disampaikan Sugiono usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
“Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak, pihak AS dan pihak Iran. Kita tunggu bagaimana nanti, karena dia mengatakan akan lihat situasinya beberapa hari dan beberapa minggu ke depan,” ujar Sugiono.
Sugiono menyatakan telah menyampaikan secara langsung keinginan Indonesia untuk menjadi mediator dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan tersebut.
“Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima,” kata Sugiono.
Indonesia menegaskan kesiapannya menjadi jembatan dialog antara pihak-pihak yang berkonflik, dengan catatan seluruh pihak menyatakan kesediaan untuk difasilitasi.
“Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita,” tegasnya.
Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah Israel dan AS melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan yang berujung pada eskalasi militer, dan menyerukan semua pihak menahan diri serta mengutamakan jalur diplomasi.
Kementerian Luar Negeri sebelumnya menyatakan bahwa Presiden Prabowo bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi apabila disetujui kedua belah pihak.


