Duh, apes banget! Seorang nenek di Takalar, Sulawesi Selatan, resmi dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) cuma gara-gara rekeningnya nyangkut di transaksi judi online alias judol.
Gak cuma kehilangan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), nenek ini juga harus merelakan BPJS gratis dan semua jenis bansos lainnya. Auto kena blacklist, cuy!
PPATK dan Kemensos: Lagi Rajin Ngintip Transaksi
Jadi gini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sekarang lagi aktif banget ngecek transaksi keuangan semua penerima bansos. Barengan sama Kemensos, mereka ngelacak satu-satu buat ngehindarin dana bansos dipakai buat hal-hal yang gak sesuai, kayak… ya itu tadi, main judol.
“Begitu datanya masuk dari PPATK, Kemensos langsung verifikasi lewat para pendamping PKH yang nyebar di seluruh Indonesia,” jelas Kepala Dinsos Sulsel, Abdul Malik Faisal, Kamis (9/10/2025).
Ketahuan Main Judol? Auto Dicabut Bantuan
Gak ada ampun, bro! Menurut arahan dari Menteri Sosial, kalau ada indikasi rekening bansos dipakai buat judi online, bantuannya langsung cut off. No debat.
Parahnya lagi, kadang yang main bukan si penerima bansosnya langsung, tapi saudara atau kerabat yang minjam rekening buat transaksi. Tetep aja, yang kena dampaknya ya si pemilik rekening.
Efek Domino: Satu Keluarga Bisa Ikut Kena
Koordinator PKH Dinsos Bulukumba, Fitrah Ayundani Safitri, bilang bahwa sistem udah otomatis ngeblok bantuan kalau ada anggota keluarga yang ke-detect main judol. Bahkan udah ada dua KK (Kartu Keluarga) di Bulukumpa dan Kindang yang bantuannya langsung stop di pencairan tahap ketiga tahun ini.
“Pokoknya kalau satu anggota keluarga ketahuan, satu KK ikut kena. Sistemnya udah otomatis,” tegasnya.
Angka Temuan PPATK: Gak Main-Main!
Berdasarkan data PPATK, di tahun 2024 aja ada 571 ribu lebih NIK penerima bansos yang nyangkut di data pemain judi online. Jumlah depositnya? Gila… nyampe Rp957 miliar dari 7,5 juta transaksi!
Itu baru dari satu bank doang, bayangin kalau diitung semua bank.
Tahun 2025 semester pertama? Masih ada sekitar 78 ribu penerima bansos yang aktif main judol. Ngaku miskin, tapi mainnya slot terus 😬
Bukan Cuma di Takalar Doang…
Kasus kayak gini gak cuma kejadian di Takalar. Di Maros, Palopo, Bone, Wajo, Bulukumba, sampai Luwu juga ada. Sistem Kemensos sekarang udah auto terhubung sama data dari PPATK, jadi begitu ada transaksi mencurigakan, bantuannya bisa langsung di-stop.
Kepala Dinsos Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, bilang, “Yang terdeteksi main judol langsung diblok sistem.”
Main Judol? Sekeluarga Bisa Kena Sanksi
Ini yang serem, sih. Karena bansos dikasih per KK, kalau satu orang aja di rumah itu ketahuan main judol, seluruh keluarga gak bisa nerima bantuan lagi.
Megawati, pejabat Dinsos Palopo, juga bilang bahwa kebijakan ini murni dari pusat. “Jadi jangan salahin pemda, ya. Aturannya jelas: satu main, semua kena.”
Kalau kamu atau keluarga masih dapet bansos, hati-hati ya… Jangan sampai rekening dipinjem orang buat hal aneh-aneh. Niat bantu keluarga, malah nyeret satu rumah ke blacklist. Jangan sampe!


