Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan serius mendukung program Sekolah Rakyat, inisiatif nasional yang fokus memperluas akses pendidikan buat keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Langkah nyatanya? Pemkab Bintan sudah menyediakan lahan seluas 10 hektare di kawasan Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, untuk pembangunan sekolah gratis berasrama ini.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang supaya anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa tetap menikmati pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya. Sekolah ini akan menyediakan fasilitas asrama dan mengusung sistem belajar yang lebih inklusif, sesuai amanah konstitusi bahwa setiap anak berhak atas pendidikan.
Dalam pertemuan antara Pemkab Bintan dan Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta, dibahas berbagai hal teknis: mulai dari kurikulum, proses penerimaan siswa, sampai kesiapan sarana dan prasarana.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf pun memuji langkah cepat Pemkab Bintan.
“Bayangkan, pendidikan gratis, berasrama, sasarannya keluarga miskin dan miskin ekstrem. Ini program luar biasa. Rugi kalau tidak ikut,” kata Mensos, Selasa (21/10/2025).
Selain soal pembangunan sekolah, pertemuan itu juga membahas sinkronisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini penting untuk memastikan siapa saja yang benar-benar berhak masuk Sekolah Rakyat dan menerima bantuan sosial secara tepat sasaran.
“Langkah ini diambil agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran, dan tidak ada keluarga prasejahtera yang terlewat,” tambah Mensos.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Sekolah Rakyat di Bintan diharapkan bisa jadi model nasional buat pendidikan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan—sekalian jadi jalan keluar dari lingkaran kemiskinan lewat pendidikan.


