Batam – Pemerintah Kota Batam akan menambah jumlah tenaga pendidik seiring meningkatnya kebutuhan pendidikan di kota tersebut.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai rencana penambahan mata pelajaran ekstrakurikuler di tengah keterbatasan jumlah guru, Senin (22/12/2025).
“Prinsipnya guru itu memang harus ditambah dari waktu ke waktu, dari tahun ke tahun. Karena satuan pelajaran juga bertambah, sekolah maksud saya, setiap tahun juga bertambah,” kata Amsakar.
Pertumbuhan jumlah sekolah dan peserta didik di Batam membuat penambahan guru menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Pemerintah daerah harus menyesuaikan ketersediaan tenaga pendidik agar layanan pendidikan tetap berjalan optimal.
Terkait rencana penambahan kurikulum lalu lintas dalam pembelajaran, Amsakar menyatakan hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kebutuhan penambahan guru karena materi tersebut akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.
“Kalau ini relatif tidak mempengaruhi sampai ke penambahan guru. Karena pembelajaran ini masuk dalam PKN, jadi tidak menambah secara khusus,” katanya.
Saat ini komposisi guru di Batam antara Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sudah relatif berimbang untuk memenuhi pelayanan pendidikan di sekolah-sekolah.
“Sekarang P3K dengan ASN kita sudah setara untuk memenuhi pelayanan pendidikan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.
Amsakar menambahkan, regulasi pengangkatan guru telah diatur oleh pemerintah pusat dengan dua kategori kepegawaian, yakni ASN dan P3K, yang masing-masing memiliki aturan dan ketentuan tersendiri.


