Batam – Pemerintah Kota Batam berencana melakukan perombakan pejabat atau reshuffle pada Januari hingga Februari 2026 untuk memastikan percepatan pelaksanaan visi dan misi pembangunan Kota Batam.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, sebelum reshuffle dilakukan, pihaknya telah menggelar sosialisasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada seluruh kepala dinas dan asisten. Sosialisasi bertujuan membekali para pimpinan perangkat daerah agar memahami penempatan sumber daya manusia berbasis kompetensi dan kualifikasi.
“Prinsip utamanya adalah menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi dan memenuhi kualifikasi tertentu untuk ditempatkan pada posisi yang tepat,” kata Amsakar.
Amsakar menyatakan proses perombakan kali ini akan lebih sederhana seiring penerapan sistem manajemen talenta. Melalui sistem tersebut, aparatur potensial telah dipetakan berdasarkan rekam jejak, kemampuan, dan kinerjanya.
“Manajemen talenta ini menyederhanakan proses. Aparatur sudah dipersiapkan dan diarahkan. Yang dinilai sangat potensial akan ditempatkan pada boks tertentu, sehingga tinggal dibina untuk kemudian diberi penugasan,” ujarnya.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh menyatakan siap membantu pemerintah daerah dalam menempatkan pejabat yang tepat agar program pembangunan dapat dieksekusi secara efektif.
“Tugas kami membantu Pak Wali Kota memilih pejabat yang mampu mengeksekusi visi dan misi. Ini penting karena masa jabatan beliau tinggal empat tahun lagi. Dengan pejabat yang tepat, APBD yang besar dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Zudan.
Dengan penerapan manajemen talenta dan dukungan BKN, Pemko Batam optimistis proses reshuffle dapat berjalan objektif, terukur, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.


