Jakarta – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mendorong Presiden Prabowo Subianto segera melakukan reshuffle kabinet dan reformasi kepolisian sebagai kunci efektivitas agenda pemberantasan korupsi.
“Reshuffle itu bukan sekadar politik, tapi instrumen untuk memastikan loyalitas dan kinerja. Reformasi Polri juga penting agar penegakan hukum tidak tebang pilih,” kata Amir, Selasa (7/4).
Amir menilai publik kini menunggu realisasi janji politik Presiden Prabowo, khususnya di bidang pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Ia menyebut momentum saat ini akan menentukan apakah pemerintahan Prabowo mampu membangun legitimasi yang kuat atau justru terjebak dalam tarik-menarik kepentingan elite.
“Ini ujian. Presiden harus membuktikan bahwa janji ‘bersih-bersih’ bukan sekadar retorika. Kalau berhasil, legitimasi akan kuat. Kalau tidak, justru akan menjadi bumerang,” ujarnya.


