Drama politik lagi nih, gengs! Sikap tegas sejumlah kader dan DPC Partai Gerindra yang menolak Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, gabung ke partai dinilai on point banget. Menurut para pengamat, langkah itu bukan cuma soal politik, tapi juga demi menjaga idealisme partai biar gak “tercemar” sama kepentingan pribadi.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, bilang kalau penolakan itu sepenuhnya masuk akal. “Itu logis karena kader ingin menjaga dan mempertahankan idealisme Gerindra,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Menurut Jamiluddin, kekhawatiran para kader juga wajar. Mereka takut kalau tokoh yang dianggap “oportunis” seperti Budi Arie justru bikin internal partai jadi gak solid. “Kalau terlalu banyak pemain dadakan, bisa-bisa rusak kohesivitas partai,” tambahnya.
Sebelumnya, Budi Arie sempat kasih sinyal mau merapat ke Gerindra pas pidato di Kongres III Projo, Sabtu (1/11/2025). Katanya, langkah itu buat memperkuat dukungan ke Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Tapi ya, sepertinya sinyal itu gak disambut hangat. Kader Gerindra udah pasang boundary duluan: “Sorry, bro. Idealisme tetap nomor satu!”


