Jakarta — Pengamat politik Nurul Fatta menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para elite politik dan mantan presiden di bulan Ramadan bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan mencerminkan gaya kepemimpinan Prabowo yang mengedepankan komunikasi langsung untuk meredam polarisasi. Hal itu disampaikan Nurul Fatta di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurut Fatta, sejak terpilih sebagai presiden, Prabowo kerap mengumpulkan para ketua umum partai dan tokoh politik dalam satu forum, termasuk saat menghadapi tekanan demonstrasi pada Agustus lalu.
“Ini tampak menjadi ciri khas gaya kepemimpinannya saat ini. Presiden mungkin tidak ingin membiarkan isu-isu berkembang liar, ia memilih mempertemukan para pemangku kepentingan dalam satu forum komunikasi,” ujar Fatta.
Fatta juga menilai pertemuan tersebut relevan dalam konteks tantangan global yang tengah dihadapi Indonesia, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga rivalitas kekuatan besar dunia yang berdampak pada perekonomian global. Menurutnya, pengalaman para mantan presiden, wakil presiden, dan menteri luar negeri terdahulu dapat menjadi sumber pertimbangan strategis bagi Prabowo.
Ia turut menyinggung kritik sejumlah tokoh, termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, terkait sikap pemerintah dalam menyikapi konflik Timur Tengah. Fatta berpandangan bahwa forum semacam ini menjadi cara Prabowo memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor komunikasi.
“Dengan mengumpulkan para tokoh, presiden seolah ingin memastikan bahwa perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor komunikasi, bukan lagi terpolarisasi,” pungkas Fatta.


