Batam — PT PLN Batam memastikan pasokan listrik wilayah Batam dan Bintan dalam kondisi aman selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, 6–31 Maret 2026. Daya mampu pasok sistem Batam-Bintan saat ini mencapai 880,8 megawatt (MW), melampaui proyeksi beban puncak sebesar 761 MW.
Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Samsul Bahri, menyatakan kondisi kelistrikan selama periode siaga berlangsung normal. “Secara umum proyeksi neraca daya pada sistem Batam-Bintan selama periode siaga kelistrikan RAFI 2026 pada 6 Maret hingga 31 Maret dalam kondisi normal,” ujar Samsul di Batam, Jumat (14/3/2026).
PLN Batam mencatat puncak penggunaan listrik tidak akan terjadi pada hari raya Idulfitri, melainkan setelah arus balik. Samsul menjelaskan, tradisi mudik menyebabkan beban listrik di Batam justru menurun saat hari-H Lebaran. “Biasa puncaknya bukan pada 20 atau 21 Maret karena banyak warga Batam yang mudik. Justru perkiraan tertinggi ada pada 26 Maret saat sudah balik ke Batam,” ujarnya.
Berdasarkan data PLN, beban listrik pada 20 Maret diperkirakan sebesar 547,9 MW dan naik tipis menjadi 556,3 MW pada 21 Maret. Meski beban periode RAFI 2026 diprediksi naik 19 persen dibanding tahun lalu, cadangan daya tetap terjaga dengan reserve margin di atas 58 persen.
Untuk mengawal keandalan sistem, PLN Batam mendirikan 35 posko siaga dan mengerahkan 712 personel yang bertugas 24 jam, mencakup petugas pengatur beban, pembangkitan, transmisi, gardu induk, distribusi, hingga tim teknologi informasi dan logistik. Armada pendukung berupa kendaraan operasional, genset mobile, gardu portable, dan trafo mobile juga disiagakan di titik-titik strategis.
“Strategi operasi kami fokus pada menjaga kecukupan neraca daya, memastikan kesiapan pembangkit, serta memaksimalkan monitoring sistem agar pasokan listrik tetap andal selama periode RAFI,” pungkas Samsul.


