Polemik soal ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lagi ramai banget di jagat maya. Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensat bilang, isu ini harus cepat diselesaikan, jangan lama-lama!
“Kalau kasus ijazah Jokowi dulu bisa nunggu, Gibran beda cerita. Dia sekarang pejabat aktif, jadi nggak bisa dibiarkan berlarut,” ujar Hensat dalam keterangannya di Jakarta.
Latar belakangnya gimana sih?
Beberapa pihak menuding Gibran nggak punya ijazah setingkat SMA/SMK dari luar negeri—dokumen yang wajib buat penyetaraan ijazah di Indonesia. Tuduhan ini akhirnya nyeret-nyeret nama Gibran dalam perdebatan publik.
Hensat bilang, biar isu ini nggak makin liar, harus segera diklarifikasi biar publik nggak salah paham soal peran Gibran di pemerintahan.
“Jangan sampai orang mikir kontribusi Gibran cuma karena dia nggak ganggu Prabowo,” katanya.
Tambahan drama:
Masalah ini makin panas setelah muncul gugatan perdata Rp125 triliun dari seorang warga bernama Subhan. Sidang bakal lanjut ke tahap pokok perkara karena upaya mediasi gagal.
Kabarnya, pihak Gibran menolak dua syarat yang diminta Subhan, yaitu permintaan maaf dan mundur dari jabatan Wapres.
Jadi ya… polemik ini belum kelar, dan publik masih nunggu—apakah Gibran bakal buka bukti langsung biar semuanya clear, atau bakal jadi drama panjang berikutnya di politik Indonesia.


