Polisi terus menyelidiki penyebab ledakan tangki Kapal Federal II milik PT ASL Shipyard di Batam yang menewaskan sepuluh pekerja. Ledakan terjadi di galangan kapal perusahaan tersebut pada awal pekan ini.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Debby Tri Andrestian, mengatakan enam saksi telah dimintai keterangan, terdiri dari perwakilan perusahaan, subkontraktor, dan keluarga korban. Jumlah saksi diperkirakan akan bertambah dalam waktu dekat.
“Kemungkinan hari ini akan ada penambahan saksi,” ujar Debby, Kamis (16/10).
Penyidik juga berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Pekanbaru untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di atas kapal. Lokasi kejadian kini telah dipasang garis polisi dan disterilkan untuk kepentingan investigasi.
Pemulangan Jenazah Korban
Suasana haru menyelimuti Bandara Hang Nadim Batam pada Kamis siang ketika delapan jenazah korban diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing di Medan, Pekanbaru, dan Palembang. Dua jenazah lainnya akan dimakamkan di Batam.
Seluruh jenazah sebelumnya menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Polda Kepri. Sebagian besar keluarga menolak autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi sebelum pemulangan.
Penyelidikan Fokus pada Standar Keselamatan
Polresta Barelang menegaskan penyelidikan akan terus berlanjut, termasuk mendalami kemungkinan kelalaian penerapan standar keselamatan kerja di galangan kapal PT ASL Shipyard.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar para pekerja yang menjadi korban dalam insiden maut tersebut.


