Presiden Prabowo Subianto punya visi baru soal bantuan sosial (bansos). Ia ingin penerima bansos yang masih berusia produktif nggak terus-menerus bergantung ke bantuan pemerintah, tapi bisa naik kelas jadi masyarakat mandiri lewat berbagai program pemberdayaan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bilang, pemerintah bakal memperkuat program pemberdayaan supaya hasilnya bisa terukur. Targetnya, setiap tahun ada peningkatan jumlah penerima bansos yang berhasil keluar dari program bantuan dan beralih ke dunia kerja atau usaha.
“Kita ingin penerima bansos produktif bisa mandiri. Ada pelatihan, bantuan modal, bahkan peluang kerja di luar negeri. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Program yang disiapkan pemerintah cukup beragam:
💼 Pelatihan dan sertifikasi kerja buat yang mau upgrade skill.
💸 Bantuan modal usaha bagi yang pengin buka bisnis kecil.
🌏 Program kerja ke luar negeri bagi yang ingin pengalaman global.
🏠 Penguatan aset dan usaha lewat kolaborasi dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Tenaga Kerja.
Data dari Kemensos menunjukkan, hingga triwulan IV 2025 ada lebih dari 16 juta keluarga penerima manfaat (KPM) reguler yang masih layak menerima bantuan. Sementara itu, penerima baru yang sedang dalam tahap finalisasi mencapai 18,7 juta KPM.
Gus Ipul berharap ke depan, penerima bansos produktif bisa berubah status jadi pekerja, pengusaha, atau tenaga profesional. Intinya, bukan sekadar “dapat bantuan”, tapi bisa naik kelas bareng ekonomi Indonesia.


