Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan gebrakan besar di sektor perumahan rakyat. Mulai tahun 2026, pemerintah menargetkan renovasi 400 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) di seluruh Indonesia — naik hampir 10 kali lipat dibandingkan tahun ini yang berjumlah 45 ribu unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan, saat ini masih ada sekitar 26,9 juta rumah yang dikategorikan tidak layak huni. Program ini disebut akan menjadi langkah nyata pemerintah untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Selain program renovasi, pemerintah juga melaporkan penyerapan tinggi pada rumah subsidi. Dari total kuota 350 ribu unit, sekitar 205 ribu sudah terserap hingga Oktober 2025.
Maruarar menambahkan, pemerintah memberikan berbagai kemudahan untuk MBR, seperti pembebasan biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dan izin PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Sementara itu, bunga rumah subsidi tetap dipertahankan di angka 5 persen untuk menjaga keterjangkauan.
Bagi kalian nih yang sedang berencana punya rumah pertama, kebijakan ini bisa jadi angin segar. Selain membuka peluang lebih besar untuk memiliki hunian layak, program ini juga menunjukkan arah baru pemerintah dalam memastikan setiap warga bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman — bukan hanya sekadar tempat berteduh.


