Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia telah mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun, melampaui target awal pemerintah yang ditetapkan empat tahun.
Pengumuman disampaikan dalam acara Panen Raya di Karawang, Rabu (7/1/2026), di hadapan ribuan petani dan jajaran pemerintah.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya umumkan Indonesia telah berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo.
Presiden menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta seluruh petani Indonesia yang dinilai menjadi pilar utama keberhasilan tersebut.
“Waktu saya dilantik saya beri target swasembada empat tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak. Dari yang empat tahun, saudara berikan kepada bangsa dan negara satu tahun kita sudah swasembada,” tegasnya.
Presiden memuji dedikasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang disebutnya bekerja nyaris tanpa mengenal lelah.
“Banyak tokoh-tokoh ini sebenarnya sudah mapan. Menteri Amran pengusaha sukses, beliau jadi menteri adalah pengorbanan. Dia tidur 3–4 jam sehari. Saya kadang-kadang prihatin, tapi dalam hati saya juga merasa bangga,” ucapnya.
Keberhasilan swasembada pangan diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) November 2025 yang memprediksi produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi domestik. Laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) juga menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam.
Presiden menyatakan capaian ini lahir dari keberanian mengambil keputusan besar dan keberpihakan kepada petani, mulai dari reformasi pupuk, modernisasi alat dan mesin pertanian, perbaikan irigasi, hingga kebijakan penyerapan gabah oleh Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.
Prabowo menekankan swasembada pangan bukanlah akhir, melainkan awal dari lompatan besar sektor pertanian nasional. Pemerintah menargetkan swasembada jagung, singkong, bawang putih, serta penguatan sektor peternakan dan perikanan.
Presiden menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas dedikasi dan kontribusinya mengawal swasembada pangan nasional.
Menanggapi penghargaan tersebut, Mentan Amran menyatakan capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia.
“Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak akan pernah terwujud,” tegas Amran.


