Tanjungpinang — Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dan warga Pulau Penyengat menggelar shalat istisqa atau shalat memohon hujan di halaman Balai Adat Melayu, Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan setelah wilayah tersebut mengalami kekeringan hampir sebulan.
Shalat yang bertepatan dengan 8 Syawal 1447 Hijriah itu dipimpin oleh Imam Ustadz Muhammad Salim, dengan khutbah disampaikan oleh Ustadz Rustam Efendi. Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, turut hadir dan ikut dalam pelaksanaan ibadah bersama jamaah.
Usai shalat, Gubernur Ansar menyatakan bahwa pemerintah telah menjalankan berbagai langkah untuk mengatasi dampak kekeringan, namun upaya tersebut perlu disempurnakan dengan doa.
“Tapi ikhtiar ini harus kita sempurnakan dengan doa. Shalat istisqa ini adalah bentuk permohonan kita kepada Allah SWT,” ujar Ansar.
Ia juga menyampaikan harapannya agar doa yang dipanjatkan secara bersama-sama dapat segera terkabul.
“Kami berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat dikabulkan, sehingga hujan segera turun dan mengakhiri kondisi kekeringan yang terjadi,” kata Gubernur Ansar.


