Pemerintah Indonesia lagi serius banget jaga lautnya biar makin aman dari pencurian ikan dan pelanggaran lainnya. Buat itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal jalanin proyek Maritime and Fisheries Integrated Surveillance System (MFISS) — dan dananya datang dari pinjaman Rp 5,8 triliun ke Spanyol!
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bilang, proyek ini bakal mencakup pembangunan 10 kapal pengawas laut, sistem pengawasan digital, dan drone buat pantau laut dari udara. Semua teknologi ini bakal terhubung lewat sistem pusat komando biar pengawasan bisa dilakukan real-time antara pusat dan daerah.
“Total proyeknya Rp 5,8 triliun, dan Rp 2 triliun di antaranya bakal dipakai tahun depan buat mulai bangun kapal pengawas,” kata Trenggono dalam rapat bareng Komisi IV DPR, Rabu (5/11/2025).
Detail Proyeknya:
- 10 kapal pengawas bakal dibangun — 4 di Spanyol, sisanya di Indonesia.
- Pengerjaan proyek ini ditarget rampung dalam 3 tahun, mulai 2025 sampai akhir 2028.
- Selain kapal, bakal ada sistem kontrol digital dan drone canggih buat ngawasin laut secara langsung.
Tujuan Besarnya:
- Biar pengawasan laut makin efisien dan berbasis data real-time.
- Nambah penerimaan negara dari sektor perikanan.
- Lindungi nelayan lokal dari kapal asing pencuri ikan.
- Jaga keberlanjutan stok ikan dan bantu kesejahteraan masyarakat pesisir.
Trenggono juga memastikan semua proses pinjaman bakal dijalankan hati-hati dan transparan, bareng Kementerian Keuangan dan Bappenas.
Di sisi lain, Komisi IV DPR RI yang diketuai Titiek Soeharto resmi setuju nambah anggaran Rp 2 triliun buat proyek ini tahun depan.
“Disetujui!” jawab anggota Komisi IV serentak dalam rapat.
Dengan proyek ini, Indonesia nggak cuma makin siap jaga lautnya, tapi juga mulai naik level ke arah pengawasan maritim modern berbasis teknologi tinggi.


